Monday, 25 September 2017
Review

Cara Praktis Mengajarkan Investasi pada Anak Sedini Mungkin

01491377578mengenalkan-investasi-sejak-kecil

Kemampuan investasi tidak muncul begitu saja ketika kita melakukannya. Semakin awal kita melakukannya, maka akan semakin baik pula kemampuan investasi kita seiring dengan berjalannya waktu. Oleh sebab itu, kita patut mengajarkan investasi kepada anak sedini mungkin. Agar anak tidak merasa asing lagi dengan konsep investasi saat mengatur keuangan.

Mungkin hingga saat ini masih banyak orang tua yang bingung tentang cara mengajarkan investasi pada anak. Cara-cara praktis ini terbukti ampuh membuat anak lebih paham tentang konsep investasi :

Mengajak Anak Menuliskan Tujuan Menabung

Menabung saja ternyata tidak akan terasa manfaatnya jika kita tidak mengetahui tujuannya. Oleh sebab itu, sebaiknya kita mengajak anak untuk menuliskan tujuan menabung. Hal ini juga bisa membuat anak-anak lebih termotivasi untuk menabung. Karena nanti hasil tabungannya bisa digunakan untuk membeli sesuatu.

Melibatkan Anak Dalam Pengambilan Keputusan

Tak ada salahnya jika kita melibatkan anak dalam pengambilan keputusan investasi. Kita juga bisa mengajarkan anak tentang investasi sosial yang digagas oleh Mekar.id. Anak-anak yang sudah beranjak besar bisa belajar konsep p2p lending (peer to peer) secara sederhana dan mudah dipahami.

Mekar.id adalah wadah yang mempertemukan investor dan para pengembang UMKM. Dana yang diinvestasikan oleh investor akan disalurkan kepada pengembang UMKM yang tepat. Tanpa harus menyiapkan jumlah uang yang banyak, investasi bisa dilakukan secara lancar dan aman. Anak pun akan lebih memahami proses investasi modern secara lebih jelas.

Ajarkan Anak untuk Menghitung Bunga Investasi

Anak-anak yang sudah beranjak remaja sudah bisa diajak menghitung bunga investasi secara cermat. Jadi, tak ada salahnya jika kita mengajarkan hal ini kepada anak. Nanti anak-anak pasti lebih termotivasi menggunakan uangnya untuk mulai berinvestasi. Kita bisa membimbing anak memulai investasi yang paling sederhana, misalnya dengan membeli emas atau kepemilikan deposito.

Jangan Hanya Tergiur dengan Keuntungan Besar

Tergiur dengan iming-iming untung besar kerap menjadi penyebab kerugian saat berinvestasi. Untuk menghindari hal ini, ajarkan kepada anak bahwa keuntungan besar dalam investasi pasti juga diiringi dengan risiko yang besar. Jangan sampai keuntungan yang besar tersebut malah membuat kita jadi merugi di kemudian hari.

Ternyata mengajarkan konsep investasi kepada anak tidak sesulit yang kita bayangkan, ya. Bila kita mulai menerapkannya sedini mungkin, niscaya anak-anak semakin terlatih ketika menjelang dewasa nanti. Kondisi finansial akan senantiasa stabil bila memahami konsep investasi dengan baik

Post Comment