Tuesday, 24 October 2017
Review

Ketahui Perkembangan Motorik Kasar dan Halus pada Anak

Perkembangan motorik pada anak erat kaitannya dengan kemajuan yang mengiringi kehidupannya. Kalau seorang anak sel motoriknya tidak dirangsang, tentu saja kemampuannya akan bergerak lambat. Ini yang jadi perhatian kita, selaku orangtua yang baik. Seringkali kita menemukan di banyak tempat kalau anak-anak dibiarkan tumbuh begitu saja. Melakukan aktivitas secara sembarangan. Padahal tidak baik.

Tahapan-Perkembangan-Motorik-Anak

Pepatah “seperti air mengalir” rasanya kurang cocok jika dikondisikan dengan perkembangan kemampuan si anak. Sebagai orangtua, kita wajib memberikan yang terbaik untuk mereka. Ketika kita sudah memberikan yang terbaik dan sudah semaksimal mungkin mengupayakannya, barulah tinggal berdoa dan menerapkan pepatah itu. Jadi, pasrah yang terbaik adalah ketika sudah berusaha keras.

Dalam mengiringi kemajuan mereka, kita wajib mengetahui dua kemampuan motorik yang melekat pada manusia. Pertama, motorik kasar. Kedua, motorik halus. Dengan mengetahui kedua kemampuan motorik ini, tidak hanya bicara soal kemajuan, tetapi kita juga akan dengan mudah mengidentifikasi ketika terjadi gangguan maupun hal lainnya.

Apa yang dimaksud dengan kemampuan motorik kasar? Secara sederhana, kemampuan motorik kasar erat dengan aktivitas yang menggunakan otot besar. Antara lain seperti berlari, menendang, mengangkat beban, dan lainnya. Kemampuan ini mutlak dibutuhkan ketika ingin berkembang. Sebab, ketika mereka sudah tumbuh, pasti akan berbaur dengan anak-anak lain dan melakukan banyak aktivitas.

Sangat disayangkan kalau kita melewatkan kesempatan emas ini. Mengapa rangsangan motorik lebih baik dilakukan pada anak-anak? Karena otak dan kemauan mereka masih kuat. Kemauan kuat inilah yang mendorong anak-anak mudah beradaptasi dan memahami sesuatu. Berbeda dengan orang yang sudah dewasa.

Kita bisa melihat kemauan kuat mereka dari cara belajar bahasa, belajar tengkurap, belajar berjalan, dan banyak belajar lainnya yang dilakukan mereka dalam waktu singkat. Kesemua cara belajar itu tentu sulit dipraktikkan pada orang dewasa, misalnya soal bahasa baru. Untuk itulah, selagi mereka masih anak-anak dan berkemauan kuat, bukankah lebih baik memaksimalkan kemampuan mereka?

Selain motorik kasar, ada juga motorik halus. Motorik ini berkaitan dengan aktivitas yang menggunakan otot kecil. Tetapi erat kaitannya dengan melatih kecerdasan. Kegiatan yang umum menggunakan motorik halus ini seperti main puzzle, menyusun kotak-kotak, melukis, membuat boneka-boneka-an, dan lainnya. Dibanding aktivitas motorik kasar, kegiatan ringan ini yang paling sering diabaikan.

Apakah kedua motorik di atas penting? Penting sekali. Tapi jangan lupa, dalam mengiringi perkembangan motorik pada mereka, kita juga wajib sediakan gizi yang maksimal. Makanan yang bergizi bisa lebih meningkatkan kemampuan motorik mereka berlipat-lipat. Empat sehat lima sempurna mungkin sudah cukup. Keenamnya tinggal tambahkan “perhatian kita secara kontinyu” dari hari ke hari biar lebih sempurna.

Post Comment